Tokoh penting Korea Utara sekaligus orang dekat Pemimpin Kim Jong Un, Kim Chang‑son, yang dikenal sebagai chief of staff dan kepala protokol rezim, meninggal dunia pada 26 Desember 2025, menandai berakhirnya era figur kunci dalam diplomasi dan aktivitas internal elite Pyongyang.
Pyongyang — Kim Chang‑son, pejabat senior Korea Utara yang dikenal sebagai orang dekat dan pembantu utama Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, telah meninggal dunia pada 26 Desember 2025, menurut laporan media resmi Korut dan peliputan media internasional yang ikut mengonfirmasi kabar ini. Korea Times
Kim Chang‑son, yang lahir pada 1944 di Provinsi North Hamgyong, merupakan direktur departemen di Komisi Urusan Negara Korea Utara (State Affairs Commission) dan sering digambarkan sebagai chief of staff de facto bagi Kim Jong Un — artinya dia berada sangat dekat dengan pimpinan tertinggi dalam struktur kekuasaan tertinggi negara itu. Wikipedia
Posisi dan Peran dalam Rezim
Kim bukan sekadar pejabat biasa: ia menjabat sebagai kepala sekretariat Komisi Urusan Negara, lembaga pusat dalam sistem pemerintahan Korea Utara yang dipimpin langsung oleh Kim Jong Un. Dalam posisi ini, ia bertanggung jawab atas koordinasi agenda internal dan hubungan protokol tinggi negara, termasuk urusan diplomasi penting dan kunjungan kenegaraan. Korea Times
Selama periode puncak diplomasi Pyongyang di era kepemimpinan Kim Jong Un, terutama saat pertemuan puncak dengan pemimpin dunia seperti Presiden AS Donald Trump pada 2018‑2019, Kim Chang‑son sering terlihat bekerja di belakang layar memastikan semua aspek protokol, keamanan, dan logistik dijalankan dengan sempurna. Korea Times
Reaksi Resmi dan Pemakaman
Media negara Korea Utara melaporkan bahwa Kim Jong Un sendiri mengirimkan karangan bunga dan menyampaikan rasa berduka cita yang mendalam, menunjukkan hubungan dekat antara pemimpin rezim dan mendiang Kim Chang‑son. Penyebab kematian belum dipublikasikan secara resmi oleh negara. Korea Times
Pernyataan resmi di Korean Central News Agency (KCNA) menggambarkan Kim Chang‑son sebagai tokoh yang “berkontribusi terhadap kehormatan Partai dan prestise negara” melalui kesetiaan dan dedikasinya terhadap tugas negara–partai selama bertahun‑tahun. Korea Times
Warisan Diplomatik dan Politik
Sebagai kepala protokol dan pembantu utama Kim Jong Un, Kim Chang‑son memainkan peran penting dalam menyiapkan momen‑momen diplomasi tertinggi Korea Utara, termasuk perencanaan jalur perjalanan, negosiasi protokol, dan kontak antarnegara. Ia juga pernah berada di garis depan pre‑summit untuk pertemuan dengan Korea Selatan pada 2018 yang melibatkan delegasi tinggi Pyongyang. Korea Times
Kematian seorang figur yang memiliki posisi strategis dalam struktur elite Korut ini dipandang sebagai perkembangan penting dalam dinamika internal rezim, meskipun sulit untuk diprediksi dampaknya bagi kebijakan luar negeri atau konsolidasi kekuasaan Kim Jong Un yang telah berlangsung sejak 2011. Korea Times
Kesimpulan
Meninggalnya Kim Chang‑son menutup bab seorang tokoh yang lama menjadi tangan kanan Kim Jong Un dalam urusan negara dan diplomasi tertinggi Korea Utara. Sebagai kepala protokol dan chief of staff yang berpengaruh, ia memainkan peran penting di balik layar dalam peristiwa–peristiwa luar biasa politik Pyongyang termasuk hubungan lintas negara di masa kejayaan diplomasi negara itu. Korea Times