Penampakan Uji Coba Rudal Jelajah Korut Jarak Jauh

Korea Utara kembali melakukan uji coba rudal jelajah strategis jarak jauh yang terpantau lewat foto dan video resmi pemerintah. Peluncuran ini dipantau langsung oleh pemimpin Kim Jong Un sebagai bagian dari demonstrasi kemampuan militer dan strategi penangkalnya. Berikut fakta, penampakan, tujuan, dan respons internasional terkait peluncuran tersebut.


1. Foto dan Penampakan Uji Coba Rudal Jelajah

Gambar yang dibagikan oleh media pemerintah Korea Utara (KCNA) menunjukkan dua rudal jelajah strategis jarak jauh diluncurkan dari pesisir barat negara itu ke arah Laut Kuning (Yellow Sea). Foto‑foto ini memperlihatkan peluncuran roket yang meninggalkan jejak asap tebal sebelum rudal meluncur keluar dari pabrik peluncur dan terbang di atas permukaan laut. Foto‑foto seperti ini adalah dokumen visual utama yang tersedia kepada publik dan menjadi bukti penampakan uji coba tersebut.Kuwait Times+1

Sampai saat ini gambar yang tersebar disediakan oleh kantor berita resmi Korea Utara (KCNA) sehingga konten visual tersebut datang dari sumber pemerintah Pyongyang dan belum dapat diverifikasi independen oleh media asing.Kuwait Times


2. Kronologi Uji Coba Rudal

Uji coba dilakukan pada 28 Desember 2025 dengan peluncuran dua rudal jelajah strategis jarak jauh dari wilayah barat dekat ibu kota Pyongyang atau kawasan Sunan di sekitar Korea Utara. Rudal dijadwalkan terbang di rute terprogram melintasi laut di sebelah barat Semenanjung Korea, dan kedua rudal itu mencapai target yang telah ditetapkan di perairan tersebut.Antara News

Rekaman foto menunjukkan peluncuran dan jejak asap dari rudal‑rudal ini, meskipun detail teknis seperti nama model atau dimensi rudal tidak diumumkan secara resmi oleh otoritas militer Korea Utara.Kuwait Times


3. Peran Kim Jong Un dalam Pengawasan

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un disebut memantau langsung uji coba tersebut. Dalam pernyataan yang disiarkan KCNA, Kim menyatakan puas atas hasil peluncuran dan menekankan pentingnya verifikasi keandalan sistem penangkal strategis negara. Ia menyebut bahwa latihan tersebut adalah bagian dari peningkatan kesiapan tempur dan kemampuan penangkal nuklir Korut.Antara News

Kim juga mengatakan bahwa pemeriksaan reguler terhadap kemampuan operasi rudal adalah ekspresi hak membela diri di tengah apa yang disebut Korut sebagai berbagai ancaman eksternal.Antara News


4. Rudal Jelajah Korut yang Mungkin Digunakan

Meski otoritas Korea Utara tidak menyebut jenis rudal secara spesifik dalam pengumuman resmi, analis menyebut bahwa Korut mengembangkan beberapa model rudal jelajah yang bisa relevan dengan uji coba ini:

  • Pulhwasal‑3‑31: Rudal jelajah strategis yang mampu membawa hulu ledak taktis atau nuklir, dan diperkirakan punya jangkauan luas.Wikipedia

  • Hwasal‑2: Cruise missile darat‑ke‑permukaan yang juga dikembangkan Pyongyang dengan teknologi turbofan/turbojet.Wikipedia

Kedua jenis ini mencerminkan fokus Korut pada pengembangan kapal selam‑dan darat‑berbasis rudal jelajah yang sulit dideteksi dibanding rudal balistik.Wikipedia+1


5. Tujuan Militer dan Strategi Korut

Otortias Korea Utara memposisikan uji coba ini sebagai demonstrasi kesiapan militer dan deterren nuklir terhadap apa yang mereka klaim sebagai ancaman eksternal dari negara lain. Uji coba semacam ini biasanya dianggap Korut sebagai langkah untuk memperkuat kredibilitas sistem penangkalnya di tengah ketegangan regional.AP News

Peluncuran rudal jelajah bukan termasuk pelanggaran langsung terhadap beberapa resolusi PBB seperti peluncuran rudal balistik, namun tetap menjadi fokus pengawasan dan kekhawatiran dari negara tetangga.AP News


6. Reaksi Internasional dan Keamanan Regional

Negara tetangga seperti Korea Selatan mencatat peluncuran ini melalui sistem pertahanan mereka dan menegaskan kesiapan untuk menghadapi potensi provokasi. Pemerintah Seoul secara rutin mengawasi kegiatan militer Korut termasuk peluncuran rudal dan latihan lainnya.AP News

Sementara itu, peluncuran rudal jelajah Korut juga menjadi sumber kekhawatiran bagi Jepang, Amerika Serikat, dan negara lain di kawasan Asia Timur yang memantau stabilitas regional dan ancaman kemajuan teknologi militer Pyongyang.AP News


7. Dampak Politik dan Diplomasi

Uji coba rudal semacam ini sering dipandang sebagai permainan geopolitik selain aspek teknis militer. Dengan mendemonstrasikan kemampuan rudal jelajah jarak jauh, Korea Utara terlihat mencoba meningkatkan leverage diplomatiknya menjelang event‑event internal seperti Kongres Partai Buruh Korea yang dijadwalkan awal tahun 2026 dan negosiasi yang mungkin dengan pihak luar.Reuters

Demonstrasi kemampuan militer semacam ini juga berkaitan dengan tekanan dalam negosiasi internasional seputar program nuklir dan rudal, dimana Pyongyang sering menuntut pengakuan atas hak berkedaulat untuk mempertahankan keamanan nasionalnya.AP News


8. Kesimpulan

Uji coba rudal jelajah jarak jauh yang dipantau langsung oleh Kim Jong Un menunjukkan bahwa Korea Utara terus mengembangkan kemampuan militer strategisnya. Foto dan penampakan resmi menggambarkan rudal yang diluncurkan di atas Laut Kuning dan berhasil mencapai target yang ditetapkan oleh militer Korut. Aktivitas ini berdampak pada persepsi keamanan regional dan menjadi bagian dari dinamika geopolitik di Asia Timur di mana Korea Utara tetap menjadi salah satu aktor dengan kebijakan militer yang sensitif dan penuh ketegangan.Kuwait Times+1