Uji Coba Rudal Jelajah Dipantau Langsung oleh Kim Jong Un

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengawasi langsung uji coba peluncuran rudal jelajah strategis jarak jauh dalam latihan militer terbaru, sebagai bagian dari peningkatan kemampuan pertahanan dan kesiapan tempur di tengah ketegangan regional. Artikel ini merangkum detail uji coba, konteks militer Korea Utara, serta reaksi internasional berdasarkan laporan media global.


1. Kim Jong Un Pantau Uji Coba Rudal Jelajah

Pada Minggu, 28 Desember 2025, Korea Utara melaksanakan uji coba peluncuran dua rudal jelajah strategis jarak jauh di perairan sebelah barat Semenanjung Korea. Laporan media pemerintah Korea Utara menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, mengawasi latihan ini secara langsung. ANTARA News

Latihan tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian peningkatan kapasitas militer negara itu, dan media Korea Utara — termasuk Korean Central News Agency (KCNA) — menekankan bahwa Kim menyatakan kepuasan atas hasil uji coba tersebut. ANTARA News


2. Detail Peluncuran dan Tujuan Uji Coba

Menurut laporan resmi, dua rudal jelajah strategis itu terbang di sepanjang orbit penerbangan yang sudah terencana di atas Laut Kuning dan berhasil mengenai sasaran yang telah ditetapkan. Tercatat durasi terbang masing‑masing rudal sekitar 10.199 dan 10.203 detik sebelum mencapai target di laut lepas barat Korea. ANTARA News

KCNA menyebut latihan ini sebagai verifikasi keandalan absolut dan kesiapan tempur dari kemampuan serangan balik strategis Korut. Kim menggarisbawahi bahwa pemeriksaan berkala terhadap komponen sistem penangkal nuklir dan demonstrasi kekuatan seperti ini merupakan bagian dari hak Korea Utara untuk membela diri di tengah apa yang diklaimnya sebagai berbagai ancaman keamanan. ANTARA News


3. Konteks Militer dan Politik Korut

Uji coba rudal jelajah ini dilakukan di tengah intensifikasi aktivitas militer Korea Utara. Dalam beberapa pekan terakhir, negara itu juga menggelar latihan serupa serta pemeriksaan fasilitas militer lain, termasuk proyek kapal selam bertenaga nuklir. Reuters

Media internasional melaporkan latihan ini sebagai bagian dari upaya rezim Kim untuk menunjukkan siap tempur dan kesiapan menghadapi ancaman eksternal, sekaligus sebagai tanda bahwa Pyongyang terus berupaya memperkuat kemampuan strategisnya menjelang pertemuan besar partai yang dijadwalkan awal 2026. Reuters

Peluncuran rudal jelajah, meski tidak dilarang secara ketat oleh rezim sanksi PBB seperti rudal balistik, tetap menjadi sorotan bagi negara tetangga dan dunia karena kemampuan jelajah dapat memiliki jangkauan luas dan manuver yang sulit dideteksi. Al Jazeera


4. Respon Internasional

Militer Korea Selatan melalui Kepala Staf Gabungan mencatat bahwa rudal‑rudal itu diluncurkan dari wilayah dekat Pyongyang dan terpantau oleh sistem deteksi mereka. Respon Seoul dan sekutu, terutama Amerika Serikat, menekankan kekhawatiran terhadap eskalasi militer di Semenanjung Korea dan potensi ancaman terhadap stabilitas regional. Reuters

Sementara itu, analis pertahanan menilai bahwa uji coba rudal jelajah ini bisa meningkatkan ketegangan dengan negara tetangga yang sudah khawatir dengan program senjata strategis Pyongyang. Al Jazeera


5. Implikasi Strategis

  • Kesiapan Tempur: Uji coba dianggap sebagai langkah verifikasi operasional dan kesiapan teknis dari sistem rudal jelajah strategis Korea Utara. ANTARA News

  • Pesan Politik: Demonstrasi kemampuan ini dipandang sebagai pesan kuat kepada negara lain bahwa Pyongyang siap mempertahankan kedaulatannya. Reuters

  • Ketegangan Regional: Aksi tersebut menambah tekanan pada hubungan dengan Korea Selatan dan negara Barat, terutama Amerika Serikat. Al Jazeera


6. Kesimpulan

Uji coba peluncuran rudal jelajah strategis jarak jauh yang dipantau langsung oleh Kim Jong Un mencerminkan arah kebijakan militer Korea Utara yang terus memperkuat kemampuan strategisnya. Latihan ini tidak hanya menjadi uji teknis bagi kemampuan persenjataan, tetapi juga memiliki nilai simbolis dalam menunjukkan kekuatan militer di tengah dinamika geopolitik di kawasan Asia Timur. ANTARA News